Sem categoria
Citroën Berlingo (2008-2018)
Desenvolvida com base na plataforma do primeiro C4 Picasso, esta geração do Berlingo além do seu gene comercial continuou a manter uma versão monovolume que oferece espaço e polivalência a um preço inferior a outras propostas.
Revelando um bom índice de conforto com a suspensão a trabalhar bem no mau piso e a insonorização do motor a ser bem conseguida, considerando as dimensões do habitáculo, este Berlingo oferece muito espaço para os seus ocupantes e também para a bagagem com a mala a ter uma capacidade para 675 litros.
Os bancos individuais atrás ajudam na polivalência de utilizações. Tratando-se de um modelo de uma gama nascida para uma utilização comercial, não se pode esperar um grande requinte nos materiais. Além disso as versões base não estão muito equipadas, o que também se compreende face ao preço deste Berlingo.
Com um caráter de monovolume mais “lúdico” o Berlingo cumpre na estrada. Fácil de conduzir ele é previsível e face à sua altura é normal que a suspensão, claramente afinada para o conforto, não consiga dominar em pleno os movimentos da carroçaria, mas nada que não se esteja à espera.
Motores
A gama de motores começa com as propostas a gasolina 1.6 16V com 90 e 110 cv, 1.6 VTi com 98 e 120 cv e 1.2 Puretech com 110 cv. Já nas motorizações Diesel, este Berlingo conta com o bloco 1.6 HDI nas suas versões de 75, 90 e 110 cv e o 1.6 BlueHDI com 120cv. De entre as escolhas o motor Puretech a gasolina e todos os Diesel revelam-se os melhores nos consumos, sendo que as unidades menos potentes pecam um pouco no que diz respeito às prestações.
Principais avarias e problemas
O motor 1.2 PureTech pode revelar problemas de distribuição, tendo sido alvo de um recall no início de 2021 para corrigir anomalias no circuito de lubrificação e na correia.
Foram registados casos nas unidades equipadas com o 1.6 HDi de anomalias no filtro de partículas, na válvula EGR e também nos injetores. Em 2010 e 2012 alguns modelos tiveram de regressar à assistência para retificar problemas no sistema de refrigeração.
Os pneus podem revelar um desgaste superior ao esperado e a cremalheira da direção pode começar a fazer algum ruído, podendo mesmo ter de ser substituída.
[rwp-review id=”0″]
Curiosidades
Fábrica da Bentley agitada por Travis Pastrana
A Bentley colocou um Continental GT Supersports nas mãos do piloto Travis Pastrana e o resultado foi o habitual festival de fumo de pneu, drifts e condução de precisão, tudo registado num animado e espetacular vídeo.
Foi na Dream Factory de Bentley em Crewe, na Inglaterra que o piloto Travis Pastrana levou o Bentley Continental Supersports ao limite e a “fábrica dos sonhos” da marca de luxo britânica transformou-se num “pesadelo” para os pneus deste desportivo com 666 cv de potência. Neste vídeo o som do V8 mistura-se com grandes momentos de condução e alguns detalhes do passado e do futuro da Bentley. Esteja atento, usufrua e descubra-os:
Sem categoria
Bagaimana PGRI Menjadi Penghubung Antar Sekolah
Dalam ekosistem pendidikan yang luas, sekolah sering kali terjebak menjadi “pulau-pulau terisolasi” yang hanya fokus pada rutinitas internalnya sendiri. PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) hadir sebagai jembatan penghubung yang meruntuhkan dinding pembatas antar sekolah, menciptakan jaringan kolaborasi yang solid dari tingkat desa hingga nasional.
Berikut adalah cara strategis PGRI menjadi penghubung efektif antar sekolah:
1. Menciptakan Forum “Lintas Batas” (Ranting dan Cabang)
PGRI memiliki struktur organisasi di tingkat Ranting (beberapa sekolah bergabung) dan Cabang (tingkat kecamatan).
- Mekanisme: Dalam pertemuan rutin pengurus Ranting, guru-guru dari SD, SMP, hingga SMA yang berbeda duduk di satu meja yang sama.
- Dampaknya: Masalah yang terjadi di Sekolah A bisa dicarikan solusinya berdasarkan pengalaman Sekolah B. Terjadi pertukaran informasi mengenai metode pengajar, penanganan siswa, hingga manajemen sekolah tanpa rasa persaingan yang tidak sehat.
2. Standardisasi Kompetensi melalui Workshop Kolektif
Pemerintah mungkin memberikan pelatihan per sekolah, namun PGRI menyelenggarakannya secara kolektif.
- Mekanisme: PGRI sering mengadakan workshop digitalisasi atau bedah kurikulum yang mengundang perwakilan guru dari seluruh sekolah di satu wilayah.
- Dampaknya: Terjadi penyamaan standar kualitas. Guru dari sekolah pinggiran mendapatkan asupan ilmu yang sama dengan guru dari sekolah unggulan di kota, sehingga kesenjangan kualitas antar sekolah dapat diminimalisir.
3. Porseni: Membangun Koneksi melalui Sportivitas
Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) adalah momen di mana hubungan antar sekolah mencair.
- Mekanisme: Guru-guru melepas seragam sekolah masing-masing dan memakai batik PGRI atau seragam olahraga daerah.
- Dampaknya: Hubungan yang awalnya bersifat formal-birokratis berubah menjadi hubungan persaudaraan. Seorang kepala sekolah bisa berbincang santai dengan guru dari sekolah lain di pinggir lapangan, yang sering kali berlanjut pada kerja sama antar instansi di kemudian hari.
Tabel: Transformasi Hubungan Antar Sekolah melalui PGRI
| Sebelum Terhubung PGRI | Setelah Terhubung melalui PGRI |
| Kompetisi yang kaku antar sekolah. | Kolaborasi untuk kemajuan bersama. |
| Informasi hanya berputar di internal sekolah. | Informasi mengalir deras secara lintas sekolah. |
| Masalah sekolah diselesaikan sendirian. | Masalah diselesaikan melalui pendampingan kolektif. |
| Guru merasa asing dengan rekan di sekolah sebelah. | Terjalin “Jiwa Korsa” sebagai sesama korps guru. |
4. Jaringan “Solidaritas Cepat” saat Krisis
PGRI menjadi penghubung paling krusial ketika salah satu sekolah atau guru mengalami musibah.
- Mekanisme: Jika sebuah sekolah terkena bencana atau seorang guru mengalami intimidasi, PGRI segera menggerakkan sekolah-sekolah lain dalam jaringannya untuk memberikan bantuan moral maupun material.
- Dampaknya: Sekolah yang sedang kesulitan merasa didukung oleh sekolah-sekolah tetangganya, menciptakan ekosistem pendidikan yang tangguh (resilient).
5. Media Komunikasi Terintegrasi (Grup Koordinasi)
PGRI mengelola grup-grup komunikasi digital yang anggotanya terdiri dari lintas sekolah.
- Mekanisme: Grup WhatsApp PGRI tingkat Cabang menjadi “ruang guru raksasa”.
- Dampaknya: Guru bisa bertanya tentang aplikasi kinerja, kebijakan terbaru, atau mencari referensi mengajar kepada ratusan rekan dari sekolah lain secara instan.
Kesimpulan
PGRI bertindak sebagai perekat sosial dan profesional. Dengan adanya PGRI, sekolah-sekolah tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak sebagai satu barisan yang terorganisir. PGRI memastikan bahwa keberhasilan di satu sekolah dapat diinspirasikan ke sekolah lain, dan beban di satu sekolah dapat dipikul bersama oleh sekolah lainnya.
monperatoto monperatoto monperatoto monperatoto monperatoto situs gacor toto togel situs slot resmi monperatoto monperatoto togel online monperatoto togel-
Notícias2 semanas agoO último “Velocidade Furiosa” estreia em 2028
-
Notícias7 dias agoChina bate recorde de vendas em 2025
-
Notícias2 semanas agoAs bases de dados do IMT já incluem os clássicos
-
Manutenção2 semanas agoDetetar problemas no catalisador
-
Notícias1 semana agoThe Grand Tour vai voltar, mas com novas caras
-
Comerciais2 semanas agoHAVI estreia dois semirreboques elétricos com Vector eCool da Carrier
-
Notícias5 dias ago2025 foi o ano com mais carros importados
-
Notícias2 semanas agoRecorda-se da Ebro? Ela está de volta
