Sem categoria
Hennessey revelou o Venom F5 de produção
Não é todos os dias que o mercado automóvel recebe um modelo capaz de fazer 500 km/h de velocidade, mas é isso que a texana Hennessey propõe ao apresentar a versão final de produção do seu Venom F5 que começará a ser entregue aos clientes no início de 2021.
Equipado com um motor V8 biturbo com 6,6 litros de capacidade, 1.817 cv de potência às 8.000 rpm e um binário de 1.617 Nm o Venom F5 pesa apenas 1360 kg graças ao seu chassis em fibra de carbono e alumínio.
Garantindo uma experiência de condução brutal, visceral e única este Venom acelera dos 0 aos 100 km/h em menos de três segundos e dos 0 aos 200 km/h em menos de cinco. Se a sua velocidade máxima de mais de 500 km/h for confirmada, este coupé de motor central junta-se ao exclusivo grupo de hiperdesportivos a passar essa marca e que até agora é apenas composto pelo Bugati Chiron e o SSC Tuatara.
Não é assim de estranhar que este modelo “ultra exclusivo” tenha um preço que ronda os 2,1 milhões de dólares nos Estados Unidos, cerca de 1.720 milhões de euros.
Curiosidades
Fábrica da Bentley agitada por Travis Pastrana
A Bentley colocou um Continental GT Supersports nas mãos do piloto Travis Pastrana e o resultado foi o habitual festival de fumo de pneu, drifts e condução de precisão, tudo registado num animado e espetacular vídeo.
Foi na Dream Factory de Bentley em Crewe, na Inglaterra que o piloto Travis Pastrana levou o Bentley Continental Supersports ao limite e a “fábrica dos sonhos” da marca de luxo britânica transformou-se num “pesadelo” para os pneus deste desportivo com 666 cv de potência. Neste vídeo o som do V8 mistura-se com grandes momentos de condução e alguns detalhes do passado e do futuro da Bentley. Esteja atento, usufrua e descubra-os:
Sem categoria
Bagaimana PGRI Menjadi Penghubung Antar Sekolah
Dalam ekosistem pendidikan yang luas, sekolah sering kali terjebak menjadi “pulau-pulau terisolasi” yang hanya fokus pada rutinitas internalnya sendiri. PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) hadir sebagai jembatan penghubung yang meruntuhkan dinding pembatas antar sekolah, menciptakan jaringan kolaborasi yang solid dari tingkat desa hingga nasional.
Berikut adalah cara strategis PGRI menjadi penghubung efektif antar sekolah:
1. Menciptakan Forum “Lintas Batas” (Ranting dan Cabang)
PGRI memiliki struktur organisasi di tingkat Ranting (beberapa sekolah bergabung) dan Cabang (tingkat kecamatan).
- Mekanisme: Dalam pertemuan rutin pengurus Ranting, guru-guru dari SD, SMP, hingga SMA yang berbeda duduk di satu meja yang sama.
- Dampaknya: Masalah yang terjadi di Sekolah A bisa dicarikan solusinya berdasarkan pengalaman Sekolah B. Terjadi pertukaran informasi mengenai metode pengajar, penanganan siswa, hingga manajemen sekolah tanpa rasa persaingan yang tidak sehat.
2. Standardisasi Kompetensi melalui Workshop Kolektif
Pemerintah mungkin memberikan pelatihan per sekolah, namun PGRI menyelenggarakannya secara kolektif.
- Mekanisme: PGRI sering mengadakan workshop digitalisasi atau bedah kurikulum yang mengundang perwakilan guru dari seluruh sekolah di satu wilayah.
- Dampaknya: Terjadi penyamaan standar kualitas. Guru dari sekolah pinggiran mendapatkan asupan ilmu yang sama dengan guru dari sekolah unggulan di kota, sehingga kesenjangan kualitas antar sekolah dapat diminimalisir.
3. Porseni: Membangun Koneksi melalui Sportivitas
Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) adalah momen di mana hubungan antar sekolah mencair.
- Mekanisme: Guru-guru melepas seragam sekolah masing-masing dan memakai batik PGRI atau seragam olahraga daerah.
- Dampaknya: Hubungan yang awalnya bersifat formal-birokratis berubah menjadi hubungan persaudaraan. Seorang kepala sekolah bisa berbincang santai dengan guru dari sekolah lain di pinggir lapangan, yang sering kali berlanjut pada kerja sama antar instansi di kemudian hari.
Tabel: Transformasi Hubungan Antar Sekolah melalui PGRI
| Sebelum Terhubung PGRI | Setelah Terhubung melalui PGRI |
| Kompetisi yang kaku antar sekolah. | Kolaborasi untuk kemajuan bersama. |
| Informasi hanya berputar di internal sekolah. | Informasi mengalir deras secara lintas sekolah. |
| Masalah sekolah diselesaikan sendirian. | Masalah diselesaikan melalui pendampingan kolektif. |
| Guru merasa asing dengan rekan di sekolah sebelah. | Terjalin “Jiwa Korsa” sebagai sesama korps guru. |
4. Jaringan “Solidaritas Cepat” saat Krisis
PGRI menjadi penghubung paling krusial ketika salah satu sekolah atau guru mengalami musibah.
- Mekanisme: Jika sebuah sekolah terkena bencana atau seorang guru mengalami intimidasi, PGRI segera menggerakkan sekolah-sekolah lain dalam jaringannya untuk memberikan bantuan moral maupun material.
- Dampaknya: Sekolah yang sedang kesulitan merasa didukung oleh sekolah-sekolah tetangganya, menciptakan ekosistem pendidikan yang tangguh (resilient).
5. Media Komunikasi Terintegrasi (Grup Koordinasi)
PGRI mengelola grup-grup komunikasi digital yang anggotanya terdiri dari lintas sekolah.
- Mekanisme: Grup WhatsApp PGRI tingkat Cabang menjadi “ruang guru raksasa”.
- Dampaknya: Guru bisa bertanya tentang aplikasi kinerja, kebijakan terbaru, atau mencari referensi mengajar kepada ratusan rekan dari sekolah lain secara instan.
Kesimpulan
PGRI bertindak sebagai perekat sosial dan profesional. Dengan adanya PGRI, sekolah-sekolah tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak sebagai satu barisan yang terorganisir. PGRI memastikan bahwa keberhasilan di satu sekolah dapat diinspirasikan ke sekolah lain, dan beban di satu sekolah dapat dipikul bersama oleh sekolah lainnya.
monperatoto monperatoto monperatoto monperatoto monperatoto situs gacor toto togel situs slot resmi monperatoto monperatoto togel online monperatoto togel-
Notícias1 semana agoRadares em fevereiro
-
Notícias6 dias agoO último “Velocidade Furiosa” estreia em 2028
-
Notícias2 semanas agoAuto Clássico Militar em Oeiras
-
Notícias2 semanas agoSalvador Caetano muda o nome para Caetano
-
Comerciais2 semanas agoFrança moderniza exército com camiões Zetros by Arquus
-
Notícias2 semanas agoGenesis X Scorpio tem mesmo “veneno”
-
Motos2 semanas agoAs novas cores de Miguel Oliveira
-
Notícias1 semana agoAs bases de dados do IMT já incluem os clássicos






