Sem categoria
Hennessey revelou o Venom F5 de produção
Não é todos os dias que o mercado automóvel recebe um modelo capaz de fazer 500 km/h de velocidade, mas é isso que a texana Hennessey propõe ao apresentar a versão final de produção do seu Venom F5 que começará a ser entregue aos clientes no início de 2021.
Equipado com um motor V8 biturbo com 6,6 litros de capacidade, 1.817 cv de potência às 8.000 rpm e um binário de 1.617 Nm o Venom F5 pesa apenas 1360 kg graças ao seu chassis em fibra de carbono e alumínio.
Garantindo uma experiência de condução brutal, visceral e única este Venom acelera dos 0 aos 100 km/h em menos de três segundos e dos 0 aos 200 km/h em menos de cinco. Se a sua velocidade máxima de mais de 500 km/h for confirmada, este coupé de motor central junta-se ao exclusivo grupo de hiperdesportivos a passar essa marca e que até agora é apenas composto pelo Bugati Chiron e o SSC Tuatara.
Não é assim de estranhar que este modelo “ultra exclusivo” tenha um preço que ronda os 2,1 milhões de dólares nos Estados Unidos, cerca de 1.720 milhões de euros.
Sem categoria
Hacked by CoupDeGrace
Hacked by CoupDeGrace
Sem categoria
Eksploitasi Operator Dapodik Sekolah: Beban kerja raksasa yang menentukan nasib seluruh guru, namun dihargai dengan upah yang paling minim.
Jantung Sekolah yang Dikelola dengan Manajemen “Kerja Rodi”
Seorang Operator Dapodik dituntut untuk menguasai banyak hal sekaligus secara asimetris:
- Akurasi Data yang Super Ketat: Salah memasukkan satu digit Nomor Induk Kependidikan (NIK), masa kerja guru, atau rombongan belajar (rombel) bisa berakibat fatal—tunjangan profesi guru terancam hangus atau dana operasional sekolah dipotong.
- Sistem Server Pusat yang Sering Lumpuh: Tenggat waktu pengisian (deadline) dari kementerian sering kali tidak rasional dan berbenturan dengan kapasitas server pusat yang lambat dan sering eror. Akibatnya, operator dipaksa begadang hingga dini hari demi mencari celah lalu lintas server yang longgar agar data sekolah bisa terkirim.
- Beban Administrasi Ganda: Di luar urusan Dapodik, mereka kerap kali dibebani tugas tambahan serabutan oleh pihak sekolah, mulai dari mengurusi PIP (Program Indonesia Pintar), aplikasi e-Rapor, pengelolaan aset sekolah, hingga menjadi teknisi dadakan jika ada komputer atau jaringan Wi-Fi sekolah yang rusak.
Paradoks Pengupahan: Menentukan Nasib Jutaan Rupiah, Digaji Ratusan Ribu
Tragedi terbesar dari profesi Operator Dapodik adalah ketimpangan ekstrem antara tanggung jawab hukum-finansial yang mereka pikul dengan kompensasi yang mereka terima. Mayoritas operator sekolah, khususnya di sekolah negeri tingkat dasar dan menengah bawah, menyandang status sebagai Tenaga Kependidikan (Tendik) honorer.
Karena status mereka bukan guru, mereka sering kali dikecualikan dari berbagai skema tunjangan dan afirmasi kesejahteraan negara. Upah bulanan mereka dicairkan secara mandiri melalui sisa alokasi dana BOS yang persentasenya dibatasi secara kaku oleh aturan regulasi. Hasilnya? Banyak operator sekolah di daerah yang hanya menerima honor berkisar antara 300 ribu hingga 800 ribu rupiah per bulan. Sangat jauh di bawah Upah Minimum Regional (UMR), padahal jari jemari merekalah yang memastikan tunjangan profesi para guru yang nilainya jutaan rupiah bisa cair dengan lancar setiap triwulan.
Dampak Fatal: Ancaman Eksodus Massal Talenta Digital Sekolah
Membiarkan ketidakadilan struktural ini terus menimpa para operator sekolah akan membawa ekosistem digitalisasi pendidikan menuju kelumpuhan total:
- Lahirnya Sindrom Burnout dan Apatisme Data: Ketika kelelahan fisik akibat begadang dan tekanan psikis dari guru-guru tidak sebanding dengan isi dompet, operator akan bekerja secara seadanya. Risiko terjadinya salah input data (human error) meningkat tajam, yang pada akhirnya merugikan sekolah dan guru itu sendiri.
- Eksodus Massal Talenta IT Terbaik: Tenaga operator muda yang memiliki keahlian digital mumpuni tidak akan bertahan lama di sekolah. Mereka akan memilih keluar (resign) dan bermigrasi ke sektor industri swasta yang jauh lebih menghargai kemampuan teknologi mereka dengan upah profesional. Sekolah akhirnya terus-menerus diisi oleh tenaga baru yang tidak terlatih, membuat tata kelola data sekolah selalu merangkak dari nol.
- Rentannya Keamanan Data Pendidikan: Rendahnya kesejahteraan membuat posisi operator rentan terhadap godaan dari pihak luar yang ingin memanipulasi data secara ilegal (seperti jual-beli nilai atau manipulasi dokumen zonasi), yang mengancam integritas pangkalan data pendidikan nasional.
Kesimpulan: Legalkan Status dan Standardisasi Upah Operator Sekolah
Digitalisasi pendidikan tidak akan pernah berhasil jika negara hanya sibuk memperbarui versi aplikasi, namun membiarkan para operatornya kelaparan dan hidup dalam kemiskinan. Menghargai kerja Operator Dapodik dengan upah di bawah standar kemanusiaan adalah bentuk pengabaian hak asasi pekerja yang nyata.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kementerian PANRB harus segera merombak regulasi ketenagakerjaan bagi Tenaga Kependidikan. Buat jalur khusus pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN/PPPK) khusus untuk Formasi Operator Sekolah dengan standar kompetensi dan upah yang jelas. Jika masih menggunakan skema dana BOS, hapus batasan persentase kaku untuk upah operator dan tetapkan standar upah minimum nasional bagi tenaga IT sekolah. Jangan biarkan para penjaga jantung data pendidikan bangsa ini terus bertaruh nyawa dan waktu di depan monitor dengan perut kosong, demi menyukseskan statistik transformasi digital yang semu di mata publik.
-
Notícias2 semanas agoO Google Maps dos romanos
-
Notícias5 dias agoGT, a surpresa da Range Rover
-
Notícias2 semanas agoBYD quer bater barreira dos 500 km/h com o Yangwang U9 Xtreme
-
Notícias1 semana agoO primeiro Ferrari Luce vai a leilão
-
Notícias1 semana agoSmart mostra mais um pouco do novo #2
-
Notícias2 semanas agoLancia Delta fica para segundas núpcias
-
Curiosidades1 semana agoAmigos, motos, skate e surf
-
Motos1 semana agoMoto Guzzi inaugura nova fábrica e museu






