Futuro DS 8 será inspirado no concept DS SM Tribute – Motorguia
Connect with us

Sem categoria

Futuro DS 8 será inspirado no concept DS SM Tribute

Published

on

A DS prevê o lançamento do DS 8 no próximo ano e deverá substituir o atual DS 9. Trata-se de um fastbak totalmente elétrico que deverá ser inspirado no concept DS SM Tribute, um protótipo que presta um tributo ao legado do Citroën SM dos anos setenta do século passado.



Este DS 8 será desenvolvido com base na plataforma STLA Medium do grupo Stellantis, a mesma que é utilizada no Peugeot 3008, e estima-se que este elétrico venha a ter uma autonomia a rondar os 700 quilómetros e a possibilidade de ter versões com um ou dois motores elétricos.

Inspirado no Citroën SM que foi fruto de uma parceria entre a marca francesa e a Maserati (SM é a abreviatura para Sport Maserati), o DS 8 marca também aquela que poderá vir a ser a nova linha estética dos modelos da DS.

Click to comment

Leave a Reply

O seu endereço de email não será publicado. Campos obrigatórios marcados com *

Curiosidades

Fábrica da Bentley agitada por Travis Pastrana

Published

on

A Bentley colocou um Continental GT Supersports nas mãos do piloto Travis Pastrana e o resultado foi o habitual festival de fumo de pneu, drifts e condução de precisão, tudo registado num animado e espetacular vídeo.


Foi na Dream Factory de Bentley em Crewe, na Inglaterra que o piloto Travis Pastrana levou o Bentley Continental Supersports ao limite e a “fábrica dos sonhos” da marca de luxo britânica transformou-se num “pesadelo” para os pneus deste desportivo com 666 cv de potência. Neste vídeo o som do V8 mistura-se com grandes momentos de condução e alguns detalhes do passado e do futuro da Bentley. Esteja atento, usufrua e descubra-os:

Continue Reading

Sem categoria

Bagaimana PGRI Menjadi Penghubung Antar Sekolah

Published

on

Dalam ekosistem pendidikan yang luas, sekolah sering kali terjebak menjadi “pulau-pulau terisolasi” yang hanya fokus pada rutinitas internalnya sendiri. PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) hadir sebagai jembatan penghubung yang meruntuhkan dinding pembatas antar sekolah, menciptakan jaringan kolaborasi yang solid dari tingkat desa hingga nasional.

Berikut adalah cara strategis PGRI menjadi penghubung efektif antar sekolah:


1. Menciptakan Forum “Lintas Batas” (Ranting dan Cabang)

PGRI memiliki struktur organisasi di tingkat Ranting (beberapa sekolah bergabung) dan Cabang (tingkat kecamatan).

2. Standardisasi Kompetensi melalui Workshop Kolektif

Pemerintah mungkin memberikan pelatihan per sekolah, namun PGRI menyelenggarakannya secara kolektif.

3. Porseni: Membangun Koneksi melalui Sportivitas

Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) adalah momen di mana hubungan antar sekolah mencair.


Tabel: Transformasi Hubungan Antar Sekolah melalui PGRI

Sebelum Terhubung PGRISetelah Terhubung melalui PGRI
Kompetisi yang kaku antar sekolah.Kolaborasi untuk kemajuan bersama.
Informasi hanya berputar di internal sekolah.Informasi mengalir deras secara lintas sekolah.
Masalah sekolah diselesaikan sendirian.Masalah diselesaikan melalui pendampingan kolektif.
Guru merasa asing dengan rekan di sekolah sebelah.Terjalin “Jiwa Korsa” sebagai sesama korps guru.

4. Jaringan “Solidaritas Cepat” saat Krisis

PGRI menjadi penghubung paling krusial ketika salah satu sekolah atau guru mengalami musibah.

  • Mekanisme: Jika sebuah sekolah terkena bencana atau seorang guru mengalami intimidasi, PGRI segera menggerakkan sekolah-sekolah lain dalam jaringannya untuk memberikan bantuan moral maupun material.
  • Dampaknya: Sekolah yang sedang kesulitan merasa didukung oleh sekolah-sekolah tetangganya, menciptakan ekosistem pendidikan yang tangguh (resilient).

5. Media Komunikasi Terintegrasi (Grup Koordinasi)

PGRI mengelola grup-grup komunikasi digital yang anggotanya terdiri dari lintas sekolah.

  • Mekanisme: Grup WhatsApp PGRI tingkat Cabang menjadi “ruang guru raksasa”.
  • Dampaknya: Guru bisa bertanya tentang aplikasi kinerja, kebijakan terbaru, atau mencari referensi mengajar kepada ratusan rekan dari sekolah lain secara instan.

Kesimpulan

PGRI bertindak sebagai perekat sosial dan profesional. Dengan adanya PGRI, sekolah-sekolah tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak sebagai satu barisan yang terorganisir. PGRI memastikan bahwa keberhasilan di satu sekolah dapat diinspirasikan ke sekolah lain, dan beban di satu sekolah dapat dipikul bersama oleh sekolah lainnya.

monperatoto monperatoto monperatoto monperatoto monperatoto situs gacor toto togel situs slot resmi monperatoto monperatoto togel online monperatoto togel
Continue Reading

Ultimas do Fórum

Erro RSS: DOMDocument not found, unable to use locator

Em aceleração