Sem categoria
Geely em Portugal pela mão da Salvador Caetano
A Geely Auto vai chegar ao nosso mercado e a Salvador Caetano vai ser a responsável pela sua distribuição no nosso país, aumentando o leque de marcas chinesas que já representa em Portugal.
Integrada na política de expansão da Geely Auto no mercado europeu, a marca chinesa chega agora ao nosso país numa parceira com a Salvador Caetano Auto que será o seu representante entre nós. Com este acordo o grupo nacional aumenta a sua oferta e posição no universo da mobilidade sustentável e a Geely Auto tira partido da experiência e dimensão do grupo português no mercado automóvel e irá apostar na sua nova gama de modelos elétricos para afirmar a sua posição.
Para o Administrador Executivo da Salvador Caetano Auto & CEO de Distribuição Automóvel Internacional, Sérgio Ribeiro, “esta parceria com Geely Auto reforça o compromisso da Salvador Caetano Auto em fortalecer a nossa oferta de soluções de mobilidade sustentável em todos os segmentos. A capacidade de inovação e a competitividade dos produtos da marca Geely representam uma excelente oportunidade para dinamizar o panorama da mobilidade em Portugal.”
Sem categoria
PGRI dan Tantangan Menghapus Pembelajaran Monoton
PGRI dan Tantangan Menghapus Pembelajaran Monoton: Menghidupkan Ruh Ruang Kelas
Mengapa Pembelajaran Cenderung Monoton?
Beberapa faktor penghambat yang sering ditemui di lapangan meliputi:
- Zona Nyaman Pedagogis: Guru merasa lebih aman menggunakan metode lama yang sudah dikuasai selama bertahun-tahun.
- Beban Administrasi: Guru yang terlalu sibuk dengan laporan sering kali kehilangan energi untuk merancang skenario pembelajaran yang kreatif.
- Kurangnya Literasi Media: Keterbatasan kemampuan dalam mengolah konten digital membuat materi pelajaran tersaji dalam format yang kaku dan tidak menarik.
Strategi PGRI: Memutus Rantai Kebosanan di Kelas
1. Diversifikasi Metode Melalui Pelatihan “Active Learning”
Melalui jaringan Smart Learning and Character Center (SLCC), PGRI melatih guru untuk menguasai berbagai model pembelajaran aktif seperti Gamification (belajar sambil bermain), Role Play, hingga Flipped Classroom. Tujuannya agar siswa menjadi subjek yang bergerak, bukan objek yang hanya duduk diam.
2. Literasi Konten Kreatif dan Multi-Platform
PGRI mendorong guru untuk menjadi “kreator konten” pendidikan. Guru dilatih menggunakan video pendek, infografis, hingga podcast untuk menyampaikan materi. Dengan variasi media, sensorik siswa terstimulasi secara beragam sehingga fokus belajar tetap terjaga.
3. Budaya Refleksi dan Umpan Balik (Feedback)
Menjadikan Ruang Kelas sebagai Laboratorium Antusiasme
Menghapus kebosanan berarti memberikan ruang bagi kejutan dan penemuan. PGRI memastikan bahwa guru memiliki keberanian untuk mencoba hal baru, meskipun sederhana, guna memicu rasa ingin tahu (curiosity) siswa yang merupakan mesin utama pembelajaran.
“Musuh terbesar pendidikan bukanlah ketidaktahuan, melainkan kebosanan. Kelas yang hidup adalah kelas di mana guru dan siswa sama-sama tidak sabar untuk memulai diskusi.”
Sem categoria
PGRI dalam Mendorong Guru Berpikir Out of the Box
PGRI dalam Mendorong Guru Berpikir Out of the Box: Mendobrak Batas Pendidikan Konvensional
Di tengah kurikulum yang terus bertransformasi, guru sering kali terjebak dalam zona nyaman administrasi dan metode ceramah yang monoton. PGRI menyadari bahwa masa depan siswa tidak bisa dibangun dengan cara-cara lama. Berpikir out of the box berarti guru harus mampu melihat peluang di balik hambatan, menciptakan solusi kreatif atas keterbatasan fasilitas, dan menyesuaikan cara mengajar dengan gaya belajar generasi digital.
Mengapa Guru Harus Berpikir Out of the Box?
Beberapa alasan fundamental yang mendasari urgensi kreativitas tanpa batas ini antara lain:
- Solusi atas Keterbatasan: Guru di daerah terpencil sering kali harus menciptakan alat peraga sendiri dari bahan alam karena minimnya fasilitas pabrikan.
- Menarik Atensi Generasi Z & Alpha: Siswa modern membutuhkan tantangan, visualisasi, dan interaktivitas yang tidak bisa dipenuhi oleh buku teks konvensional.
- Membangun Kemampuan Problem Solving: Guru yang kreatif akan menularkan semangat inovasi kepada siswanya, menciptakan ekosistem belajar yang solutif.
Strategi PGRI: Memfasilitasi Ekosistem Inovasi
PGRI melakukan langkah-langkah konkret untuk menumbuhkan budaya berpikir kreatif di kalangan pendidik melalui tiga pilar aksi:
1. Transformasi Smart Learning and Character Center (SLCC)
SLCC bukan hanya tempat pelatihan teknis, melainkan laboratorium ide. PGRI mendorong guru untuk melakukan “uji coba” metode pembelajaran baru, seperti Gamification, Flipped Classroom, hingga penggunaan Augmented Reality (AR). Di sini, guru diajak untuk berani salah dalam bereksperimen demi menemukan cara terbaik untuk mengajar.
2. Kompetisi Inovasi Pembelajaran Masif
3. Advokasi “Kemerdekaan Mengajar”
Dari Pengajar Menjadi Arsitek Pengalaman Belajar
Berpikir out of the box mengubah status guru dari sekadar kurir informasi menjadi arsitek pengalaman belajar. PGRI memastikan bahwa setiap guru memiliki kepercayaan diri untuk memodifikasi kurikulum agar sesuai dengan konteks lokal dan kebutuhan unik setiap siswa.
“Kotak itu hanyalah batasan yang kita buat sendiri. Di tangan guru yang kreatif, ruang kelas yang sempit bisa menjadi laboratorium dunia yang tanpa batas.”
-
Notícias1 semana agoBMW iX3 venceu o World Car Of The Year 2026
-
Notícias2 semanas agoFiat 600 tem nova versão a gasolina
-
Notícias2 semanas agoDaniel Craig é a nova imagem da Denza
-
Notícias2 semanas agoCupra mostra um pouco do Raval
-
Notícias1 semana agoBatata frita derruba posto de abastecimento
-
Comerciais2 semanas agoVolkswagen Caddy 2026 vai ser mais “elétrico” em 2026
-
Notícias1 semana agoECAR Show em Lisboa com as novidades da mobilidade elétrica
-
Notícias6 dias agoAlpine A390 já pode ser encomendado e já tem preço

